Selasa, 31 Maret 2009

SEPEDULI APAKAH KITA TERHADAP KORBAN SITU GINTUNG?

Anugerah dan Bencana adalah kehendak-Nya. Siapa yang dapat menduga akan datangnya bencana? Setelah kejadian tsunami di Aceh, banyak orang yang bilang jangan pergi ke pantai. Ketika peristiwa Gunung Merapi, orang bilang jangan pergi ke gunung. Namun bukan hanya di pantai atau di gunung, bencana pun dapat terjadi di tengah kota.

Jumat, 27 Maret 2009 di waktu Subuh.

Kota Tangerang dikejutkan dengan bencana jebolnya tanggul Situ Gintung yang dalam waktu singkat mengakibatkan hancurnya daerah sekitar +- 10 Ha. Banyak warga sekitar yang menjadi korban akibat bencana tersebut mulai dari harta hingga nyawa.

Di blog ini saya ingin mencoba membagi cerita apa yang saya alami dan saksikan ditempat kejadian.

Minggu, 29 Maret 2009.

Sekitar pukul 13:00, saya dan teman-teman dari KMB (Kaum Muda Bersatu) http://kaummudabersatu.blogspot.com mendirikan sebuah posko bantuan untuk korban bencana Situ Gintung di komplek perumahan kami. Setelah perlengkapan posko selesai dibangun dan kami pun memulai memintakan sumbangan dari para warga yang lewat maupun yang dirumah yang peduli kepada saudara-saudara kita yang sedang menerima ujian dan cobaan.


Beberapa teman-teman dari KMB sedang mendirikan posko bantuan

Sekitar pukul 15:00, saya berangkat menuju kampus UMJ untuk menemui seorang teman dan sekaligus sebagai team survey dari KMB. Didalam perjalanan saya sempat mengambil beberapa gambar teman-teman (sukarelawan) dari berbagai komunitas atau warga yang membuka posko bantuan untuk korban bencana Situ Gintung. Dalam perjalanan dari daerah Rempoa sampai UMJ jalanan sangat macet dikarenakan banyak orang-orang yang berada di jalan tersebut, dan dipinggir jalan pun banyak dibuka parkir umum untuk orang-orang yang ingin memarkirkan kendaraannya. Ada apa sey sebenarnya?


Beberapa foto teman-teman sukarelawan yang sedang meminta sumbangan untuk korban bencana Situ Gintung (Foto 1. Didaerah Pertigaan Rawa Kambing Pondok Pucung. 2. Didaerah Bintaro. 3, 4 dan 5 Disepamnjang jalan Rempoa)

Sekitar pukul 16:00, saya sampai juga di seberang kampus UMJ yang ternyata kendaraan dan orang-orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke tempat kejadian. Akhirnya saya memarkir kendaraan saya dikontrakan warga yang ada di seberang kampus UMJ. Saya mencoba masuk ke kawasan kampus UMJ untuk menuju ketempat bencana, namun didepan saya sudah banyak warga yang dilarang masuk ke daerah tersebut oleh mahasiswa-mahasiswa UMJ dikarenakan didalam dibutuhkan ruang untuk evakuasi. Namun dari belakang penjagaan mahasiswa banyak orang-orang yang keluar dari area bencana. Yang diizinkan masuk adalah bantuan untuk korban bencana, yang mengenakan almamater dan mengenakan tanda pengenal sukarelawan. Sayangnya saya tidak membawa almamater, tidak punya tanda pengenal sukarelawan, dan tidak membawa surat izin sebagai team survey. Saya sebenarnya membawa bantuan berupa materi yang tidak seberapa, namun tidak saya tunjukan kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut. Saya berusaha mencari akal untuk bagaimana caranya agar bisa melewati penjagaan tersebut. Akhirnya saya mendapatkan cara setelah melihat seorang bapak yang ingin memberi bantuan berupa 3 dus air minum mineral yang coba ia angkat sendiri, lalu saya mencoba menawarkan diri untuk membantu bapak tersebut mengangkat dus tersebut dan bapak itu mengizinkan. Akhirnya saya dapat melewati penjagaan itu. Sebelumnya saya minta maaf kalau cara saya ini kurang berkenan di hati teman-teman mahasiswa UMJ, saya tidak ada niatan buruk untuk semua ini. Kemudian setelah membantu bapak tersebut meletakan bantuannya di kampus D UMJ dan saya meneruskan perjalanan saya ke Fakultas Hukum dimana teman saya berada. Didalam perjalanan menuju Fakultas Hukum hati saya benar-benar terguncang dan saya pun sampai merinding melihat semua itu. Sungguh mengerikan.


Foto 1 dan 2. Penjagaan yang dilakukan mahasiswa UMJ, bagi orang-orang yang tidak berkepentingan. 3, 4, 5, 6, 7 dan 8. Kerusakan yang disebabkan oleh bencana Situ Gintung

Ketika saya sampai di Fakultas Hukum, saya baru benar-benar mengerti mengapa para mahasiswa melarang orang-orang yang tidak berkepentingan masuk ke kawasan bencana. Ternyata dari sekian banyak orang-orang yang berada ditempat kejadian, ada yang datang hanya untuk menonton saja. Inilah jawaban dari pertanyaan saya diatas. Buat apalah datang jauh-jauh hanya untuk menonton saja, padahal ditempat itu saudara-saudara kita sangat membutuhkan pertolongan, janganlah hanya untuk ditonton saja, mereka butuh bantuan dari kita. Ini bukanlah Situ Gintung yang dulu merupakan objeck wisata, tapi sudah berubah menjadi tempat bencana. Saya berharap, mudah-mudahan mereka yang tadinya datang hanya untuk sekedar menonton saja dapat tergugah hatinya setelah melihat kenyataan yang ada. A M I N.


Foto 1 dan 2. Bercampurnya orang-orang yang sedang bekerja untuk membantu dan yang menonton

Disana saya juga melihat sudah banyaknya bantuan berupa pakaian dan makanan. Jadi bila ada teman-teman yang ingin menyalurkan bantuannya sebaiknya berupa uang saja, karena akan lebih mudah untuk dibelikan barang-barang yang sangat diperlukan. Saya akhirnya memutuskan untuk menyudahi perjalanan saya di kawasan bencana Situ Gintung sampai di Fakultas Hukum UMJ saja, dikarenakan hari juga sudah mulai gelap, dan teman saya yang saya cari pun ternyata menjadi salah satu sukarelawan di bagian Media Center Pusat Data yang berada di Fakultas Hukum tersebut. Dan saya cukup sedikit terhibur karena dia baik-baik saja.


Banyaknya bantuan berupa pakaian layak pakai.


List kebutuhan yang diperlukan oleh para korban bencana Situ Gintung

Semoga para korban Situ Gintung diberikan kesabaran dan ketabahan serta ditambahkan keimanannya. Ya Alloh, ampunilah dosa-dosa mereka yang tidak musyrik. A M I N

Saya bekerjasama dengan KMB siap menerima bantuan berupa uang melalui rek BCA KCU Serpong dengan no. 49 70 38 02 27 atas nama M Faisal Nurdin, S. Kom atau langsung diserahkan ke sekertariat KMB. Bagi teman-teman yang ingin menyalurkan bantuannya melalui rek saya, akan saya buka selama seminggu ini sampai Sabtu, 4 April 2009. Tapi sumbangan tersebut teman-teman tentukan sendiri untuk korban atau pendidikan, karena ada 2 jenis sumbangan yang akan disalurkan didaerah bencana tersebut. Apabila sudah mentransfer dapat mengkonfirmasi ke no hp 021-99044425

Orang Bijak Mengatakan, “Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan,

Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain,

Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia.

Temukan kebahagiaan dengan memberi“

Aksi nyata dari kita, ringankan beban mereka.


Ditulis oleh: M Faisal Nurdin

1 komentar:

  1. wah... mau ikut nyumbang ah... biar meringankan beban mereka...

    BalasHapus